Categories
Uncategorized

Studium Generale Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Selasa, 31 Agt 2021

Resume singkat Kuliah Umum dari Prof. Alwi Dahlan untuk membuka Masa Perkuliahan Semester Baru Gasal 2021-2022

Prof. Alwi Dahlan:
“Komunikasi tidak hanya utk mencaci orang, (menggunakan teknologi komunikasi, mereka) kerjanya mencaci, menyalahkan siapa2. (Komunikasi berfungsi ketika/di mana) org bisa mengembangkan pemikiran, inovasi shg masyarakat betul2 menggunakan teknologi utk melompat ke depan.” (jam 10.00 WIB)

Dr. Sunarto (FISIP UNDIP)
“(Ketika mengikuti Kuliah Umum ini, saya) mendengarkan yg lama tapi tetap terasa baru bagi saya.
Ketika belajar perspektif ini kita dibantu utk mendapatkan cara yg lebih mudah utk memahami fenomena komunikasi (yg tdk tunggal), lekat diskusi kita ttg Robert T Craig dgn 7 tradisinya itu.
Kita ikuti Littlejohn yg terbaru, saya dapat kenyataan bahwa Littlejohn dkk di edisi yg sekarang menyerahkan (tongkat penilaian) silakan jika Anda mau menggunakan perspektif Anda sendiri.
Jujur saja, saya msh dalam situasi yg mencoba utk memahami mengapa Littlejohn spt itu.
Saya ini contoh yg tdk bagus utk org Komunikasi, saya kesulitan utk bs tune in dgn perkembangan teknologi skrg ini, saya punya WA ini sdh luar biasa.
Saya mengalami persoalan Etika tiba2 skrg ini dgn perkembangan teknologi terbaru, (masalah yang dimunculkan perkembangan teknologi komunikasi sekarang ini) tapi jg tdk relevan dgn Etika yg baru.
Saya masih berusaha utk tune in, ada persoalan2 Etika yg menghambat saya bisa tune in dgn perkembangan teknologi komunikasi terkini.
Etika baru belum siap utk mewadahi apa yg menjadi aktivitas kita semua.”
>> tanggapan dari Prof. Lusi: Persoalan etika setuju pak Sunarto.

*) [tanggapan Hendar] Bgmn dgn “Etika Informasi” dari Luciano Floridi, apakah memadai sebagai kerangka “Etika baru”?

Dr. Ronny Adhikarya (closing statement)
“Perkembangan ilmu Komunikasi di USA & Eropa sdh kabur, berubah, ada pergeseran.
Persuasive communication yg digunakan di banyak di Asia dirasakan memanipulasi publik.
Sdh mulai tdk populer, Fakultas2 Komunikasi di Amerika sdh lain sama sekali kurikulanya,
dibajak knowledge management, business school, business management.
Skrg sudah berubah lg: di berbagai tempat di private sectors di perusahaan2 Pricewater House Coopers, dasarnya Komunikasi tapi tdk (dipraktikkan dan didalami dlm lingkaran akademisi).
(Saya diundang dan terdorong untuk) Daripada melakukan penelitian2 yg akademis, utk kerjasama dgn berbagai Univ., utk melakukan penelitian ttg perusahaan2 besar startup di berbagai negara yg luar biasa hebatnya, (kinerjanya) terbukti menguntungkan masyarakat juga, monetization itu dilakukan oleh perusahaan2 swasta, unicorn decacorn, teliti business modelnya, apa sih kiat2nya, apa strateginya.
stelah itu kompetensi skills nya apa yg diperlukan oleh SDM utk menangani perusahaan2 spt itu.
Kurikulum hrs berubah berdasarkan kebutuhan perusahaan2 spt itu.
Modal mereka satu: penerapan komunikasi yg efektif dan efisien.
Pendidikan >> perubahan kurikulum >> seberapa agresif fakultas2 komunikasi2 di Indonesia utk ambil alih knowledge brokery.”

By Hendar Putranto

I am a doctorate student in Communication Science, FISIP Universitas Indonesia, starting in 2019. Hope this blog fulfills my studious passion to communicate?

Leave a Reply

Your email address will not be published.