Categories
Uncategorized

Forum Diskusi JLS_ Etika Nilai Max Scheler

Diskusi JLS pada 21 September yang baru saja berlalu dibawakan oleh rekan dan kawan saya, Alexander Aur, M. Hum., alumnus Program Magister STF Driyarkara (2014).

Aur pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) STF Driyarkara periode 2001-2002.
Dia juga pernah mengajar di UMN (2014-2017), Matakuliah: Religiositas, KWN, dan Pancasila.
Saat ini, Aur mengajar di UPH untuk mata kuliah Etika, Filsafat Ilmu, dan Sejarah Pemikiran;
& sedang melanjutkan studi S3 di sebuah kampus ternama di Jawa Tengah.

Aur seorang penikmat sastra (puisi dan prosa) dan penulis beberapa puisi yang sudah dibukukan, di antaranya: Pohon Telanjang yang Mencium Laut-Kumpulan Puisi (Penerbit: Excellent Group), 2019; dan Sastra dan Jendela-jendela Diri Manusia: Kumpulan Catatan Kecil tentang Karya Sastra (Penerbit: Jivaloka Mahacipta, Yogyakarta, 2020).

Saya sendiri, Hendar Putranto, mengajukan diri menjadi moderator diskusi JLS kali ini, karena saya juga meminati dan pernah “sedikit” mencicipi tulisan/pemikiran Scheler khususnya tentang Ordo Amoris & the nature of sympathy beberapa tahun lalu, yang sebagian keciiilnya dimuat dalam buku yg saya tulis, Ideologi Pancasila berbasis Multikulturalisme: Sebuah Pengantar (Penerbit: Mitra Wacana Media, 2016), juga karena saya berkawan dengan presenternya sudah sejak lamaaaa (mungkin sekitar tahun 2000/2001, ketika kami sama2 menempuh studi program sarjana di STF Driyarkara, Jakarta).

Berikut flyer kegiatan diskusi JLS—Jangan Lupa Selasa—nya

Berikut screenshots beberapa moments yang terekam pada waktu sesi diskusi berlangsung:

Menarik sekali menyimak perdebatan Etika Nilai yg diusung Scheler ini vis-a-vis Etika Deontologi Kant (terutama), “metode” Fenomenologi yg dipelopori Husserl, aliran Psikologi Individualis (berbasis Ego), Pragmatisme Amerika, dan masih banyak lagi aliran2 Filsafat maupun antropologi yang dikritiknya.

Menurut Scheler sendiri—dalam bagian Pengantar bukunya yg kesohor itu, Formalism in Ethics and Non-Formal Ethics of Values: A New Attempt Toward the Foundation of an Ethical Personalism—terjemahan dari versi berbahasa Jerman yang terbit pada 1913, Der Formalismus in der Ethik und die materiale Wertethik

“Setiap bentuk individualisme palsu, dengan konsekuensi2nya yang sarat kekeliruan dan membahayakan, saya kecualikan dalam teori Etika yang saya ajukan (karena) teori Etika saya membahas tanggungjawab-bersama yg asali dari setiap pribadi demi keselamatan moral seluruh realitas pribadi-pribadi (prinsip solidaritas). Yang bernilai secara moral dalam pandangan saya bukanlah pribadi yang ‘terisolasi’ namun pribadi yang secara asali & sadar bersatu dengan Tuhan, terarah pada dunia dalam cinta, dan merasa disatukan dengan keseluruhan dunia rohaniah dan kemanusiaan. Proposisi yang paling esensial dan mendasar yang saya ajukan dalam buku ini, dan yang akan saya letakkan pondasinya serta komunikasikan sesempurna mungkin, adalah proposisi bahwa makna final dan nilai dari keseluruhan semesta pada akhirnya akan diukur secara eksklusif melawan ada murni (dan bukan keefektifannya) dan hal-hal yang mungkin ada secara sempurna…”

By Hendar Putranto

I am a doctorate student in Communication Science, FISIP Universitas Indonesia, starting in 2019. Hope this blog fulfills my studious passion to communicate?

Leave a Reply

Your email address will not be published.