1333 kata.
Jenis Ateisme yg lebih sulit untuk “ditangkis” secara meyakinkan karena bertolak dari fakta eksistensial penderitaan manusia.
Semoga tulisan ini mencerahkan!
Keywords: Atheism; Humanism; Albert Camus; Absurdity; Myth of Sisyphus.

Keywords: crises communication; Pandemic; Covid-19; empathy; book review
versi tidak lengkap, 434 kata dari 1125.
naskah ini sedang dalam proses mau dikirim ke sejumlah media massa di Jawa Timur, kemungkinan Jawa Pos.
Terimakasih kepada rekan-rekan cendekia Ilmu Komunikasi yg tergabung dalam ASPOKOM Wil. Jawa Timur atas sharing2 wawasan yg dibukukan ini.
Semoga berterima!
Hendar
1187 words.
keywords: tourism; critical inquiry; the gaze; tourism industry; power
Oleh-oleh dari mengikuti Sesi Webinar tentang Komunikasi Pariwisata yang diadakan Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Atma Jaya, Yogyakarta, pada Jumat 19 Juni 2020 pukul 10.00-11.30 WIB
Rujukan UTAMA yang diacu dan dikutip dalam tulisan ini:
Murti, D. C. W. (2020). Gaze the Struggle of Others: The Representations of Rural Places and People of Indonesia in Tourism Media for Australian Tourists. Journal of Communication Inquiry, 44(3), 231-255. https://doi.org/10.1177/0196859920901326. Terpublikasi perdana pada 23 Januari 2020.
Sumber gambar (screenshot) dalam tulisan ini:
Dokumentasi pribadi berdasarkan paparan kedua pembicara dalam sesi Webinar.
1094 kata dari sekitar 6000+ kata full paper
Published version pernah dimuat di jurnal UltimaComm: Jurnal Ilmu Komunikasi yang dirilis Fakultas Ilmu Komunikasi UMN.
How to cite:
Putranto, H. (2010). Mencari, Menemukan, dan Mengomunikasikan Nilai-nilai Bermain dalam Konteks Pendidikan. Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), 52-63.
Retrieved from https://ejournals.umn.ac.id/index.php/FIKOM/article/view/406
Paper lawas, unpublished.
Dua sesi presentasi waktu itu, jadinya sekitar 3500-an kata kalo gak salah papernya.
banyak catatan kakinya juga, sama ada tabelnya.
Sebaiknya di-repro di sini daripada kesimpen nganggur di files laptop.
Salam kompak buat teman2 dari Komunitas Diskusi Pemikiran Hegel back ata STF Driyarkara.
Jadi kangen sama diskusi kita dulu yg seru dan bermutu, saling kritik bantai cela di ruang diskusi tapi no-hard feeling afterwards.
Really miss those times, gaess.
Semoga kita bisa adain lagi diskusi pemikiran Hegel secara virtual mumpung lagi Pandemic begini, toh gak bisa kmana2 juga jd kita biarkan pikiran kita yg mengabstrak, eh mengkonkret ding klo Hegel… hehe
Tabik!
Hendar