I chose not to.
Hari ini, Jumat, 26 Juni 2026, saya mengenang kembali setengah tahun pertama tahun 2025, atau, setengah tahun terakhir perjalanan studi saya di Program Doktoral Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Indonesia, yang akhirnya berpuncak pada sidang promosi Doktor dalam Ilmu Komunikasi yang berlangsung pada Kamis, 26 Juni 2025, pukul 14-16 WIB, bertempat di Auditorium Juwono Sudarsono (AJS), FISIP UI, Depok.
Berikut sejumlah foto-foto yang capture that moment; saat berahmat yang akan terus saya syukuri sampai penghujung hayat.
Sumber gambar 01 s/d 04:
Mengulik Etika Komunikasi Produksi Pengetahuan, Bonifacius Hendar Putranto Raih Gelar Doktor
Terima kasih sebesar-besarnya saya ucapkan kepada
Prof. Dr. Billy Koernianti Sarwono, M.A. sebagai Promotor saya yang telah membimbing saya dengan sabar dan mendewasakan saya dalam berpikir, berargumentasi, dan menulis jadi lebih sederhana dan terpahami.
Co-promotor: Romo Johannes Haryatmoko, Ph. D., SJ yang telah mengasah logika berpikir saya dengan tekun, sabar dan kritis sehingga akhirnya saya sampai pada perumusan conceptual novelty disertasi ini, yaitu modalitas etis, dengan menggunakan pendekatan fenomenologi praktik dari Max van Manen (2014, 2023)
Co-promotor: Dr. Irwansyah, M. A.
Dewan Penguji yang terdiri dari internal,
Whisnu Triwibowo, Ph. D. yang telah memberikan kritik, saran, dan masukan sejak tahap proposal sampai pasca SHP-2.
Dr. Camelia Catharina, M. Si. yang telah menemani proses understand what it takes sebagai mahasiswa program Doktoral Ilmu Komunikasi di UI sejak 2019 sampai selesainya; juga menuntun penajaman bagian metodologi dan simpulan.
dan eksternal,
Prof. Deddy Mulyana M.A., Ph.D. yang telah menajamkan aspek intercultural dan metodologis penelitian disertasi ini.
Lae Fitzerald Kennedy Sitorus, Ph. D. yang telah melakukan tugasnya dengan baik, khususnya dalam menyanggah bagian literature review dan temuan.
Terima kasih juga kepada ketua sidang: Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, Guru Besar Antropologi UI & Dekan FISIP UI (2021-2025)
Mas Eri (Kaprodi Pasca), mbak Dina (Sekprodi Pasca), bu Hendriyani (Ketua Dept. Komunikasi UI), mbak Nina, bang Ade, mbak Ummi, mbak Donna, Almarhum mas Pinckey Triputra (+ 21 Juli 2023), dan semua dosen pengajar saya selama matrikulasi dan perkuliahan. Mbak Ayu, mas Mugi, mas Hendra, mas Yusuf, dan semua staf Pascasarjana Komunikasi UI di Salemba.
Empat orang narasumber di Jakarta, Yogyakarta, Malang, & Denpasar yang telah bersedia membagikan pengalaman hidup mereka (lived experience) menjadi seorang communication scholar yang menghasilkan pengetahuan dalam ilmu komunikasi, media, dan budaya dalam beragam format, khususnya artikel yang terbit di jurnal internasional bereputasi, monograf, white paper & policy brief, dan lain-lainnya.
Mbak Sandra dan mas Aldi sebagai pendamping promovendus.
Panitia kecil yang diketuai Dr. Henilia Yulita, dan dikawal oleh mas Pronky (Arindra Khrisna Karamoy, S.E., M.Si., M.I.Kom.), mas Taufan, bang Rony, mbak Thya, juga rekan-rekan mahasiswa yang sudah membantu di meja penerima tamu (Fidel & Frelly the Sisters) serta menjadi fotografer (Dessy & Kezia).
Rekan-rekan pimpinan dan kolega di UMN: Rektor, Ketua Senat, Para Wakil Rektor, Dekan FIKOM UMN, Dekan FTI, Kaprodi & Sekprodi Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, PJJ Ilkom, dan MIKOM. Tentu saja rekan-rekan dari UMN (HRD, Prodi Arsitektur, Perfilman, dan lainnya), khususnya dari rumah saya Prodi Ilmu Komunikasi, fulltime dan homebase, yang luar biasa ramai hampir memenuhi Auditorium & dan Zoom.
Rekan-rekan dari STF Driyarkara + IKAD STF Driyarkara (mbak Yuth, Reza, and many others), KAPAL Perempuan, SESAWI, Manresa’98, dan dari kampus-kampus serta afiliasi-afiliasi lain yang berkenan hadir menyemangati saya.
Rekan-rekan gerbong angkatan 2019: mas Hary, mbak Rani, bro Hanif, mas Mubarok, mas Verdy, mbak Ikrima, mbak Nurly, dan teh Rieke Diah Pitaloka. Juga angkatan 2016, 2017, 2018, 2020 s/d 2023 yang saya kenal dan mengenal saya, di dalam dan di luar ruang kelas, dalam sejumlah perjumpaan akademik dan non-akademik.
Tentu saja ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya saya tujukan kepada keluarga tercinta, istri, putri dan mama tercinta. Hadir juga Tante dan Om dari Cengkareng serta beberapa circle keluarga dan handai taulan. Disertasi ini juga saya persembahkan untuk Almarhum Papa yang sudah lebih dulu beristirahat dengan kekal dalam Kerajaan Surga (11 Agustus 2021), seminggu setelah saya mempertahankan proposal disertasi.
Akhirul kata, semoga rekan-rekan yang masih terus berjuang menyelesaikan studi S3-nya di UI dan di manapun pada akhirnya dapat menemukan closure for the inner struggle yang dialami masing-masing calon Promovendus dengan derajat intensitas kognisi, afeksi, dan volisi yang berbeda-beda. :p
Semangath yaaah!













